Polemik “Geramnya” Bupati Mempawah: Tokoh Seni Budaya Soroti Sikap Erlina terhadap Aksi Mahasiswa
KALBARNews.Com —Mempawah 11 Desember 2025 Kalimantan Barat Pernyataan Bupati Mempawah, Hj. Erlina—yang juga istri Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan—saat menemui massa aksi mahasiswa dan Aliansi Masyarakat Mempawah pada 9 Desember 2025, terus menuai sorotan.
Sikap emosional Erlina ketika mengeluhkan bahwa “masyarakat Mempawah sering melakukan demo, membangun rumah sakit demo, membangun pelabuhan demo, membangun PDAM demo” dinilai sejumlah tokoh sebagai bentuk kurangnya penghargaan terhadap fungsi kritik publik.
Salah satu yang angkat bicara adalah tokoh serta inspirator seni-budaya pencak silat Mempawah, H. Badrut Tamam Aq, yang menyayangkan ucapan tersebut.
H. Badrun: Kalau Tak Mau Didemo, Jangan Jadi Bupati
Menurut H. Badrun, mahasiswa dan masyarakat bukanlah lawan pemerintah, melainkan bagian dari mekanisme kontrol kebijakan daerah.
> “Jika tidak senang didemo atas kebijakan-kebijakan yang dianggap kontroversial—di tengah kondisi ekonomi sulit dan infrastruktur banyak rusak—maka selayaknya jangan menjadi Bupati,” tegasnya saat ditemui wartawan di sela kegiatan Kelompok Masyarakat Sadar Budaya.
Ia menilai pernyataan Erlina keliru, sebab demonstrasi adalah hak publik untuk meminta penjelasan, apalagi ketika pembangunan tidak dirasa sesuai kebutuhan masyarakat. Ia juga menyinggung dugaan munculnya ketimpangan dan potensi kerugian negara dalam beberapa proyek yang dinilai “bocor” setelah pelaksanaannya.
Pendopo Rp 15–22 Miliar Dipertanyakan Publik
Kekecewaan publik mencuat setelah beredar rencana renovasi Pendopo Bupati dengan anggaran sebesar Rp 15–22 miliar, padahal beberapa bulan sebelumnya Erlina sempat menepis bahwa tidak ada rencana renovasi maupun pembelian kendaraan dinas baru.
Namun pada akhir November, kabar renovasi pendopo kembali mencuat dan memantik aksi mahasiswa. Massa bahkan beberapa kali melakukan demonstrasi lantaran Bupati tak kunjung menemui mereka.
Saat akhirnya hadir pada aksi 9 Desember, Erlina justru memperlihatkan kekesalan atas seringnya demonstrasi tersebut.
Transparansi Anggaran Dipertanyakan
H. Badrun mengingatkan bahwa Bupati sendiri pada konferensi sebelumnya menyatakan TKD tahun 2026 turun hingga Rp 137 miliar, dan meminta masyarakat memahami perlunya efisiensi anggaran.
“Kalau anggaran turun, kenapa prioritas justru renovasi pendopo? Ini patut dipertanyakan masyarakat,” ujarnya.
Proyek Sekolah Garuda & Sekolah Rakyat Rp 700 Miliar di pecah 4 kabupaten /Kota salah satu kabupaten mempawah
Ia juga menyoroti rencana pembangunan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat pada 2026 menggunakan APBN sebesar Rp 700 miliar. Ia berharap pembangunan tersebut benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat Mempawah, termasuk dalam pembebasan lahan, dan tidak diarahkan ke lahan milik pribadi atau kelompok tertentu.
“Tujuannya agar masyarakat merasakan dampak langsung, bukan hanya segelintir pihak,” tambahnya.
Harapan untuk Mempawah
Menutup pembicaraan, H. Badrun mengajak masyarakat tetap sehat, kuat, dan solid dalam mengawal pembangunan daerah.
Tim: Redaksi
Narasumber: Hoes
Dibaca: 291
No comments yet.