Kalbarnews.com | PONTIANAK – Dugaan keributan yang berulang kali terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Helen’s Nieck Lounge Bar di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi perhatian masyarakat. Selain menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar, insiden tersebut juga disebut mengganggu ketertiban umum dan aktivitas pengguna jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp memperlihatkan aksi perkelahian yang diduga melibatkan sejumlah pengunjung. Dalam rekaman tersebut tampak sekelompok pemuda terlibat baku hantam di area parkir THM hingga meluas ke depan sebuah minimarket yang berada di sekitar lokasi.
Menurut keterangan salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, insiden yang terjadi pada Senin malam (29/6) diduga bermula dari kesalahpahaman di dalam area lounge sebelum berlanjut ke luar gedung.
“Awalnya sempat terjadi keributan di dalam lounge. Tidak berlangsung lama, tetapi setelah para pihak keluar, perkelahian kembali terjadi di halaman parkir,” ujar sumber tersebut.
Sumber itu mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab pertikaian. Namun, di lokasi ia mendengar teriakan yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat bersama sejumlah pengunjung. Informasi tersebut masih sebatas keterangan saksi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Lebih lanjut, sumber yang sama menyebutkan bahwa pada Rabu malam (1/7), kembali terjadi keributan di lokasi yang sama. Menurutnya, insiden tersebut melibatkan pengunjung lain dan bukan kelompok yang diduga terlibat pada peristiwa sebelumnya.
Berulangnya dugaan keributan di lokasi tersebut mendapat sorotan dari warga sekitar. Sejumlah masyarakat mengaku merasa resah karena kondisi tersebut dinilai mengganggu keamanan lingkungan dan aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Imam Bonjol.
Salah seorang warga setempat mengatakan bahwa setiap kali terjadi keributan, situasi di sekitar lokasi menjadi gaduh sehingga menarik perhatian pengguna jalan. Akibatnya, arus lalu lintas kerap melambat karena banyak pengendara yang berhenti untuk melihat kejadian.
“Kalau sudah ribut, kendaraan biasanya melambat bahkan ada yang berhenti melihat. Kondisi seperti itu mengganggu pengguna jalan dan membuat warga sekitar merasa tidak nyaman. Kami berharap aparat melakukan pengawasan lebih ketat agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga lainnya juga berharap pihak pengelola THM dapat meningkatkan sistem keamanan, memperketat pengawasan terhadap pengunjung, serta bekerja sama dengan aparat kepolisian guna mencegah terjadinya konflik yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi pihak Kepolisian Sektor Pontianak Selatan untuk memperoleh konfirmasi terkait dugaan perkelahian yang videonya beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak kepolisian.
Media ini juga membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak manajemen THM Helen’s Nieck maupun pihak-pihak lain yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Perkembangan informasi serta pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola THM akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.(*/Red)
Dibaca: 176
No comments yet.