Dg. Rizki Ilhamsyah Meneguhkan Literasi sebagai Pilar Pelestarian Budaya Melayu melalui Karya Cinta Berdarah
KalbarNews Com —Mempawah 11 Juli 2026 ,Kalimantan Barat — Di tengah dinamika peradaban yang terus bergerak, pelestarian kebudayaan tidak lagi cukup mengandalkan pewarisan lisan semata. Literasi hadir sebagai instrumen strategis untuk mendokumentasikan, merawat, dan mentransformasikan nilai-nilai budaya kepada generasi yang akan datang. Berangkat dari kesadaran tersebut, budayawan dan penulis asal Mempawah, Dg. Rizki Ilhamsyah, mempersembahkan karya sastra berjudul Cinta Berdarah sebagai manifestasi komitmennya terhadap pelestarian kebudayaan Melayu.
Bagi Dg. Rizki Ilhamsyah, sastra merupakan ruang dialektika antara sejarah, nilai kemanusiaan, dan identitas budaya. Melalui narasi yang dibangun dalam Cinta Berdarah, pembaca diajak menelusuri makna cinta, pengorbanan, dan perjalanan kehidupan yang berpijak pada nilai-nilai luhur masyarakat Melayu. Karya ini tidak hanya menghadirkan kekuatan cerita, tetapi juga menjadi refleksi intelektual atas pentingnya menjaga akar budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
Sebagai budayawan, Dg. Rizki Ilhamsyah meyakini bahwa kebudayaan adalah fondasi peradaban. Warisan adat, sejarah, bahasa, dan kearifan lokal merupakan modal sosial yang harus dipelihara melalui pendekatan ilmiah, dokumentasi yang berkelanjutan, serta penguatan budaya literasi. Oleh karena itu, setiap karya yang dihasilkannya diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa identitas budaya merupakan kekayaan yang tidak ternilai.
“Literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan ikhtiar merawat ingatan kolektif sebuah bangsa. Ketika budaya terdokumentasi melalui karya tulis, sesungguhnya kita sedang mewariskan peradaban kepada generasi mendatang,” ungkap Dg. Rizki Ilhamsyah.
Kehadiran Cinta Berdarah diharapkan dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia sekaligus memperluas ruang diskusi akademik mengenai budaya Melayu dalam perspektif sejarah, sosial, dan kemanusiaan. Lebih dari sebuah karya sastra, buku ini merupakan ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa kemajuan suatu bangsa akan memiliki makna apabila tetap berpijak pada nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Melalui dedikasinya di bidang literasi dan kebudayaan, Dg. Rizki Ilhamsyah terus menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para budayawan, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat tersebut, Cinta Berdarah diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Melayu sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan literasi dan kebudayaan Indonesia.
Tim : liputan
Humas DPP LPM Kalbar
Dibaca: 65
No comments yet.