Breaking News
Categories
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Polri
  • Teknologi
  • TNI/POLRI
  • KARHUTLA KEPUNG KALIMANTAN, ANGGOTA DPD RI SULTAN SYARIF MELVIN ALQADRI ANGKAT BICARA

    Agu 22 202645 Dilihat

    KALBARNews.Com —PONTIANAK 22 Agustus 2026 , Kalimantan Barat  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Kepungan asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi menyentuh langsung keselamatan masyarakat, kualitas udara, kesehatan, aktivitas pendidikan, transportasi hingga perekonomian.

    Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat, Sultan Syarif Melvin Alqadri, S.H., meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak menganggap karhutla sebagai persoalan musiman yang cukup diselesaikan dengan pemadaman.

    Menurutnya, setiap munculnya kebakaran harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum.

    «“Jangan tunggu asap mengepung permukiman baru kita bergerak. Karhutla harus dicegah sejak awal. Masyarakat berhak mendapatkan udara bersih dan lingkungan yang aman,” tegas Sultan Syarif Melvin.»

    BUKAN HANYA MEMADAMKAN API

    Sultan menilai penanganan karhutla harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Pemerintah perlu memperkuat deteksi dini, patroli kawasan rawan, kesiapan personel dan peralatan, sekaligus memastikan ketersediaan sumber air di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

    Namun, menurutnya, upaya pemadaman tidak akan menyelesaikan persoalan apabila penyebab kebakaran tidak ditangani.

    “Kita tidak boleh hanya sibuk memadamkan api. Kita juga harus mencari tahu mengapa kebakaran terjadi. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum, tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan dan tidak tebang pilih.

    “Siapa pun yang terbukti melanggar harus diproses. Jangan sampai hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil, sementara pihak yang memiliki kekuatan dan kepentingan justru tidak tersentuh,” kata Sultan.

    KALIMANTAN BUKAN SEKADAR BATAS ADMINISTRASI

    Sultan mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan memiliki dampak lintas wilayah. Asap tidak mengenal batas kabupaten, kota maupun provinsi.

    Karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat.

    “Yang kita lindungi bukan hanya kawasan hutan. Yang kita lindungi adalah ruang hidup manusia, kesehatan masyarakat dan masa depan lingkungan Kalimantan,” tuturnya.

    Ia juga mengajak masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi meluas.

    JANGAN JADIKAN ASAP SEBAGAI HAL BIASA

    Sultan Syarif Melvin menegaskan bahwa masyarakat Kalimantan tidak boleh terus-menerus dipaksa beradaptasi dengan asap setiap kali musim kering tiba.

    Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam menangani karhutla tidak semata-mata diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga dari seberapa kuat sistem pencegahan dibangun.

    «“Asap bukan sesuatu yang harus dianggap biasa. Kalau setiap tahun persoalan yang sama berulang, berarti ada yang harus kita evaluasi secara serius,” tegasnya.»

    Sebagai Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Barat, Sultan Syarif Melvin mengatakan dirinya akan terus mendorong perhatian dan kebijakan yang lebih kuat terhadap perlindungan lingkungan serta keselamatan masyarakat Kalimantan.

    “Jangan wariskan asap kepada anak cucu kita. Wariskan hutan yang terjaga, udara yang bersih dan lingkungan yang sehat,” pungkasnya.

    Kalimantan bukan sekadar wilayah di peta. Kalimantan adalah ruang hidup yang harus dijaga bersama.

     

    Tim : Liputan

    Share to

    Related News

    Akta Kelahiran Anak Jadi Pokok Perkara, ...

    by Sep 17 2026

    Kalbarnews.com | PONTIANAK — Perkara dugaan pemalsuan atau manipulasi dokumen administrasi kependu...

    HIBAH MUJAHIDIN: PUBLIK MINTA HAKIM DAN ...

    by Sep 16 2026

    Kalbarnews.com | PONTIANAK — 16 September 2026 Kehadiran H. Sutarmidji, mantan Gubernur Kalimantan...

    Tagih Hak Kebun Plasma, Puluhan Warga Se...

    by Sep 14 2026

    Kalbarnews.com | Pontianak — Puluhan warga Desa Sepok Laut yang tergabung dalam Koperasi Konsumen ...

    PLASMA SEPUK LAUT: TARGET 200 HEKTARE, K...

    by Sep 12 2026

    Dari Meja Pemerintah, Berita Acara, hingga Lapangan: Masyarakat Berhak Menagih Kepastian KALBARNews....

    Plasma Sepuk Laut, Kesepakatan Sudah Dib...

    by Sep 10 2026

    Kalbarnews.com | KUBU RAYA, 9 September 2026 — Persoalan pembangunan kebun plasma bagi masyarakat ...

    Proyek Drainase APBD Rp199,7 Juta di Jal...

    by Sep 03 2026

    Kalbarnews.com | PONTIANAK — Proyek pembangunan drainase irigasi atau saluran pasang surut di Jala...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top PAGE TOP