Musisi & Warga Pontianak Peduli Bencana: Suara Kemanusiaan Bergema untuk Sumatera
KALBARNews. Com —Aming Coffe Podomoro , Pontianak ,9 Desember 2025, Kalimantan Barat Ketika kabar duka dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menggema beberapa pekan terakhir, hati masyarakat Pontianak turut bergetar. Di tengah ritme kota yang selalu hidup, sebuah gerakan kemanusiaan tumbuh dari nurani yang tulus—gerakan yang melampaui batas geografis dan merangkul nilai kemanusiaan secara mendalam. Gerakan itu diberi nama:
“Musisi & Warga Pontianak Peduli Bencana.”
Inisiatif yang berlangsung hingga 19 Desember 2025 ini bukan hanya bentuk simpati, tetapi wujud nyata bahwa Pontianak adalah kota yang berdiri di atas solidaritas, empati, dan semangat saling menjaga.
Musik yang Menyentuh, Solidaritas yang Mengalir
Awal Desember lalu, para musisi Pontianak memilih turun ke jalan—mengubah ruang publik menjadi panggung harapan.
Tanpa lampu sorot dan panggung megah, mereka memainkan musik dengan ketulusan, menghadirkan suasana lembut namun kuat bagi siapa saja yang melintas.
Di sepanjang Jalan Gajahmada hingga Bundaran Digulis, alunan melodi menjadi jembatan empati:
– Seorang bapak menyumbangkan receh hasil kerja seharian dengan tatapan rendah hati.
– Seorang ibu menyelipkan donasi sambil menahan haru.
– Sekelompok anak muda memberikan kontribusi sambil menyapa para musisi dengan senyum penuh dukungan.
Tidak ada kemewahan.
Tidak ada pencitraan.
Yang hadir hanyalah kepedulian—sederhana, elegan, dan sangat manusiawi.
Seluruh donasi kemudian disalurkan melalui BAZ Kota Pontianak, lembaga yang dikenal amanah dalam menyalurkan bantuan bagi para penyintas.
Malam Puncak: Harmoni Kepedulian di Aming Coffee Podomoro
Puncak kegiatan akan digelar di ruang yang hangat dan akrab bagi warga Pontianak:
Aming Coffee – Jl. Putri Candra Midi (Podomoro)
Jum’at, 19 Desember 2025
19.00 – 24.00 WIB
Acara ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat rasa peduli. Dipandu oleh MC Kamil Onte, suasana akan terbangun dengan keakraban yang tetap menjaga nilai dan makna gerakan ini.
Para tokoh masyarakat, pelaku usaha, pemuda kreatif, komunitas seni, hingga warga biasa akan hadir dalam satu bingkai: solidaritas bersama untuk Sumatera.
Daftar Penampil Malam Puncak
Deretan penampil berikut akan memberikan persembahan terbaiknya:
1. Kapak Merah — 20.05 – 20.25 WIB
2. Ompreng — 20.25 – 20.40 WIB
3. Bangsawan — 20.40 – 20.55 WIB
4. Syndicate — 20.55 – 21.15 WIB
5. Puisi Literasi Setara — 21.15 – 21.35 WIB
6. Komunitas GitarPon — 21.35 – 21.55 WIB
7. Pontianak Jamming Club — 21.55 – 22.15 WIB
8. Kr. Asmaranala — 22.15 – 22.35 WIB
Setiap penampilan bukan hanya hiburan, melainkan persembahan rasa kemanusiaan.
Pernyataan Panitia: Ketulusan yang Menyatukan
Ketua Panitia, Endra Despani, menegaskan esensi gerakan ini:
> “Ini komitmen moral kita. Pontianak selalu hadir ketika saudara kita membutuhkan.”
Sementara Sekretaris Panitia, Deviana, menambahkan dengan penuh empati:
> “Kita mungkin tidak berada di lokasi bencana, tetapi melalui solidaritas ini, kita hadir untuk mereka.”
Kalimat-kalimat itu merangkum karakter gerakan ini: tenang, tulus, dan menyentuh.
Pontianak Mengulurkan Tangan, Indonesia Merasakan Hangatnya
Bencana memang dapat meruntuhkan bangunan, namun tidak mampu meruntuhkan semangat gotong royong bangsa ini.
Dari petikan gitar di trotoar hingga harmoni di malam puncak, Pontianak mengirimkan pesan yang jelas:
Kita adalah satu keluarga besar. Dan keluarga selalu saling menjaga.
Gerakan “Musisi & Warga Pontianak Peduli Bencana” membuktikan bahwa kebaikan tidak membutuhkan panggung besar—cukup hati yang tergerak.
Tim: Redaksi
Dibaca: 59
No comments yet.